Ada seorang pemuda arab yang tampan, shalih, dan sangat cerdas. Dia ingin menikah dengan seorang gadis sholehah dan cerdas seperti dirinya. Maka, mulailah dia mengembara dari suatu kabilah ke kabilah lain, untuk mencari gadis impiannya.
Suatu ketika dia berjalan menuju kabilah di Yaman. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan seorang lelaki. Akhirnya dia berjalan bersama lelaki itu. Pemuda itu menyapanya, "Hai Tuan apakah engkau bisa membawaku dan aku mebawamu?"
Spontan laki laki itu menjawab, " Hai bodoh kau ini bagaimana? aku menunggang kuda dan kau juga menunggang kuda. Bagaimana kita bisa saling membawa?"
Pemuda itu diam saja mendengar jawaban lelaki itu
kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Mereka melewati sebuah kampung. kampung itu yang di kelilingi oleh kebun yang sudah tiba masa panennya.
Pemuda itu bertanya, "Menurutmu, buah2an itu sudah di makan oleh pemiliknya, ataw belum yaa??"
Seketika lelaki itu menjawab, " Pertanyaan itu aneh sekali! Kamu sendiri melihat dengan mata kepalamu sendiri, buah2an itu masih ada di pohonnya dan belum di panen, kok kamu bertanya apakah buah2an itu sudah di makan oleh pemiliknya atau belum?"
Pemuda itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki itu Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Baru sebentar berjalan mereka bertemu dengan orang2 yang sedang mengiring jenazah.
Pemuda itu berkata, " Menurutmu yang di iringi keranda itu masih hidup apa sudah mati yaa...?"
Lelaki itu menjawab, " Aku semakin tidak faham denganmu. aku tidak pernah menmukan pemuda yang lebih bodoh darimu. Yaa, Jelas! Jenazah itu akan di bawa untuk di kuburkan,Tentu dia sudah mati."
Pemuda itu kembali diam dan tidak menjawab sepatah katapun atas komentar dari lelaki itu. Akhirnya, keduanya sampei di rumah lelaki itu. Dia mengajak pemuda itu menginap di rumahnya. dia merasa kasian, sebab pemuda itu sudah merasa sangat letih.
Lelaki itu memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik.
Begitu tahu ada seorang gadis menginap, anak gadinya bertanya, " Ayah, siapa dia ?" "Dia pemuda yang paling bodoh yang pernah aku aku temukan, " jawab ayahnya.
anak gadisnya itu malah penasaran, Dia mengejar dengan pertanyaan berikutnya, " bodoh bagaimana?"
Ayahnya langsung menceritakan awal pertemuannya dengan pemuda itu dan segala perkataan serta pernyataannya.
Mendengar cerita ayahnya, anak gadis itu berkata, " Ayah in bagaimana? Dia tidak bodoh, justru dia sangat cerdas dan pandai. Kata2nya mengandung makna tersirat. ketika dia mengatakan ` Apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?" sebenernya maksudnya adalah, `apakah kita bisa berbincang2 sehingga bisa membawa kita pada suasana yang lebih akrab?", ketika dia mengatakan, Buah2an itu sudah di makan oleh pemilknya atau belum ?" Ia memaksudkan, Apakau pemilknya sudah menjualnyaketika sebelum di panen, atau belum?"[/B]. Sebab jika sudah menjualnya, pemiliknya tentu menerim uangnya dan membelanjakannya utnuk makan dia dan keluarganya. Kemudian, ketika dia bertanya " Apakah jenazah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?, maksudnya apakah jenazah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan perjuangannya atau tidak?;
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh putrinya, lelaki itu kelaur menemui pemuda itu. Dia meminta maaf atas perkatannya yang membodoh2kan pemuda itu. Keduanya lalu berbincang bincang. Lelaki itu berkta, " sekarang aku baru tau apa maksud pertanyaan2 mu tadi" mendengar itu, sang pemuda bertanya, " Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah, katakanlah padaku siapa yang mengatakannya?' " Yang mengatakan itu adalah putriku, " Jawab lelaki itu.
Spontan lelaki itu berkata, " Apakah kau mau menikahkan aku dengan putrimu?"
Begitulah, setelah melalui pengembaraan yang panjang, akhirnya pemuda itu menemukan pendamping hidup yang dia impikan.
Kamis, 11 Desember 2008
Gadis cerdas, gadis impian
Label: Cerita Hikmah
Diposkan oleh Parulianz Blog di 22:15


