Allahu Rabbi…
Aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untukMu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi…
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dg bilangan
CintaMu yang tak terbatas
Biar rasaku padaMu tetap utuh
Allahu Rabbi…
Izinkanlah bila suatu saat
Aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku seorang… yang hatinya
Penuh dengan kasihMu
Dan membuatku semakin mengagumiMu
Allahu Rabbi…
Bila suatu saat
Aku jatuh hati
Pertemukanlah kami…
Berikanlah kami…
Kesempatan untuk lebih mendekati cintaMu
Allahu Rabbi…
Pintaku terakhir adalah
Seandainya aku jatuh hati
Jangan pernah kau palingkan
WajahMu dariku
Anugrahkanlah aku cintaMu
Cinta yang tak pernah
Pupus oleh waktu
Kamis, 11 Desember 2008
Jika Aku jatuh Cinta
Label: Beautiful Words
Diposting oleh Parulianz Blog di 22.41
Kunci
Kunci kemudahan adalah Doa
Kunci Keimanan adalah Mentaati Allah dan Rasul-Nya
Kunci Keberuntungan adalah Ketakwaan
Kunci Kebajikan adalah Kejujuran
Kunci Untuk Senantiasa Tawaddu adalah Bersyukur
Kunci Kelembutan Hati adalah Istigfar, Tilawah, dan senyuman
Kunci Kemenangan adalah Kesabaran
Label: Beautiful Words
Diposting oleh Parulianz Blog di 22.39
Kelinci Super Sakti
Se-ekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata :'Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan
yang menang, dan saya yakin saya akan menang.'
Sang Rubah jantan merasa tertantang,'dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?' Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang Kelinci kembali bersantai,Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya,Lalu kelinci berkata :' Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.'Sang serigala merasa tertantang, ' dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?' Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang se-ekor beruang besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :' Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci,Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang.'Sang Beruang merasa tertantang, ' dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?' Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci,Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai 'Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !! '
Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata ' Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.'
Nb.
Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.
Untuk membentuk ikatan ukhuwah harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama: [MESKIPUN] DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA
Gadis cerdas, gadis impian
Ada seorang pemuda arab yang tampan, shalih, dan sangat cerdas. Dia ingin menikah dengan seorang gadis sholehah dan cerdas seperti dirinya. Maka, mulailah dia mengembara dari suatu kabilah ke kabilah lain, untuk mencari gadis impiannya.
Suatu ketika dia berjalan menuju kabilah di Yaman. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan seorang lelaki. Akhirnya dia berjalan bersama lelaki itu. Pemuda itu menyapanya, "Hai Tuan apakah engkau bisa membawaku dan aku mebawamu?"
Spontan laki laki itu menjawab, " Hai bodoh kau ini bagaimana? aku menunggang kuda dan kau juga menunggang kuda. Bagaimana kita bisa saling membawa?"
Pemuda itu diam saja mendengar jawaban lelaki itu
kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Mereka melewati sebuah kampung. kampung itu yang di kelilingi oleh kebun yang sudah tiba masa panennya.
Pemuda itu bertanya, "Menurutmu, buah2an itu sudah di makan oleh pemiliknya, ataw belum yaa??"
Seketika lelaki itu menjawab, " Pertanyaan itu aneh sekali! Kamu sendiri melihat dengan mata kepalamu sendiri, buah2an itu masih ada di pohonnya dan belum di panen, kok kamu bertanya apakah buah2an itu sudah di makan oleh pemiliknya atau belum?"
Pemuda itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki itu Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Baru sebentar berjalan mereka bertemu dengan orang2 yang sedang mengiring jenazah.
Pemuda itu berkata, " Menurutmu yang di iringi keranda itu masih hidup apa sudah mati yaa...?"
Lelaki itu menjawab, " Aku semakin tidak faham denganmu. aku tidak pernah menmukan pemuda yang lebih bodoh darimu. Yaa, Jelas! Jenazah itu akan di bawa untuk di kuburkan,Tentu dia sudah mati."
Pemuda itu kembali diam dan tidak menjawab sepatah katapun atas komentar dari lelaki itu. Akhirnya, keduanya sampei di rumah lelaki itu. Dia mengajak pemuda itu menginap di rumahnya. dia merasa kasian, sebab pemuda itu sudah merasa sangat letih.
Lelaki itu memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik.
Begitu tahu ada seorang gadis menginap, anak gadinya bertanya, " Ayah, siapa dia ?" "Dia pemuda yang paling bodoh yang pernah aku aku temukan, " jawab ayahnya.
anak gadisnya itu malah penasaran, Dia mengejar dengan pertanyaan berikutnya, " bodoh bagaimana?"
Ayahnya langsung menceritakan awal pertemuannya dengan pemuda itu dan segala perkataan serta pernyataannya.
Mendengar cerita ayahnya, anak gadis itu berkata, " Ayah in bagaimana? Dia tidak bodoh, justru dia sangat cerdas dan pandai. Kata2nya mengandung makna tersirat. ketika dia mengatakan ` Apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?" sebenernya maksudnya adalah, `apakah kita bisa berbincang2 sehingga bisa membawa kita pada suasana yang lebih akrab?", ketika dia mengatakan, Buah2an itu sudah di makan oleh pemilknya atau belum ?" Ia memaksudkan, Apakau pemilknya sudah menjualnyaketika sebelum di panen, atau belum?"[/B]. Sebab jika sudah menjualnya, pemiliknya tentu menerim uangnya dan membelanjakannya utnuk makan dia dan keluarganya. Kemudian, ketika dia bertanya " Apakah jenazah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?, maksudnya apakah jenazah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan perjuangannya atau tidak?;
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh putrinya, lelaki itu kelaur menemui pemuda itu. Dia meminta maaf atas perkatannya yang membodoh2kan pemuda itu. Keduanya lalu berbincang bincang. Lelaki itu berkta, " sekarang aku baru tau apa maksud pertanyaan2 mu tadi" mendengar itu, sang pemuda bertanya, " Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah, katakanlah padaku siapa yang mengatakannya?' " Yang mengatakan itu adalah putriku, " Jawab lelaki itu.
Spontan lelaki itu berkata, " Apakah kau mau menikahkan aku dengan putrimu?"
Begitulah, setelah melalui pengembaraan yang panjang, akhirnya pemuda itu menemukan pendamping hidup yang dia impikan.
Label: Cerita Hikmah
Diposting oleh Parulianz Blog di 22.15
Mangkuk Cantik, Madu & Sehelai Rambut
Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a.
Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu.
Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".
Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Begitulah kalimat-kalimat indah yang diucapkan, sebagai pelajaran bagi umat.
Label: Cerita Hikmah
Diposting oleh Parulianz Blog di 22.09
BETAPA MISKINNYA KITA
Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.' Bagaimana perjalanan kali ini?'
'Wah, sangat luar biasa Ayah'. ' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin' kata ayahnya. ' Oh iya' kata anaknya'. ' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?' tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab. ' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari. Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh. Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.'
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara. Kemudian sang anak menambahkan 'Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.'
Hikmah :
Kadang-kadang kita sering melupakan apa yang telah kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua initergantung dari cara pandang seseorang. Mungkin akan lebih baik jika kita bersyukur kepada Allah sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta apa yang belum kita miliki. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur. Amin
Diposting oleh Parulianz Blog di 22.03
BATU KECIL
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu
lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Alloh kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Alloh melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat
kepadaNya, Alloh sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.
Label: Cerita Hikmah
Diposting oleh Parulianz Blog di 21.59


